Penarikan Undian Piala Liga – Chelsea Akan Menghadapi Liverpool Di Semi-Final

dalam pertandingan semi-final lainnya Tottenham akan bertemu dengan Sheffield United
Chelsea akan bermain melawan Liverpool di semi-final Piala Liga

Pemimpin klasmen sementara Liga Premier, Chelsea akan bermain melawan Liverpool di semi-final Piala Liga, dan dalam pertandingan semi-final lainnya Tottenham akan bertemu dengan Sheffield United.

Tim Jose Mourinho, The Blues meraih kemenangan 2-1 di Anfield ketika kedua tim bertemu terakhir kali, dalam pertandingan papan atas Liga Premier pada tanggal 8 November. Tim Liga Satu, Sheffield United telah berhasil menyingkirkan tim Liga Premier; Southampton dan West Ham dalam perjalanan mereka menghadapi pemenang Piala Liga tahun 2008, Spurs. Pertandingan dua leg ini akan dilangsungkan bulan depan, dan pertandingan final pada tanggal 1 Maret.

Liverpool dan Chelsea keduanya mengalahkan lawan mereka dari Championship dalam kemenangan tandang 3-1 di babak perempat final. Tim The Reds asuhan Brendan Rodgers meraih kemenangan di Bournemouth pada hari Rabu, 24 jam setelah Chelsea mengalahkan Derby County. Kata Rodgers kepada Sky Sports: “Tidak penting siapa yang akan kami hadapi dalam undian itu, yang penting hanyalah untuk sampai ke sana. “Untuk memenangkan kompetisi ini Anda harus memenangkan pertandingan melawan tim besar.”

Tottenham mengalahkan Newcastle 4-0 untuk memastikan tempat mereka di semi-final, sementara Sheffield United menang dengan skor 1-0 melawan Southampton. Manajer Spurs, Mauricio Pochettino mengatakan: “Kami menghormati Sheffield United – tidak ada pertandingan yang mudah. Mereka pantas berada di semifinal. Kami siap menghadapi pertandingan yang sulit…”

Undian Semifinal Piala Liga

Liverpool v Chelsea
Tottenham v Sheffield United

Leg pertama: w/c 19 Januari
Leg kedua: w/c 26 Januari

Raheem Sterling – Brendan Rodgers Membela Striker Liverpool

Rodgers membandingkan Sterling dengan top skorer serba bisa dari Arsenal, Alexis Sanchez
Brendan Rodgers – Raheem Sterling adalah pemain yang “luar biasa”

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers mengatakan kritik terhadap Raheem Sterling tidak pada tempatnya, dan menggambarkan striker berusia 20 tahun itu sebagai pemain yang “luar biasa” setelah dua gol yang dicetaknya dalam kemenangan 3-1 mereka atas Bournemouth.

Sang pemain depan gagal memanfaatkan beberapa peluang satu lawan satu saat Liverpool kalah 3-0 terhadap rival mereka, Manchester United pada hari Minggu. “Anak itu, untuk beberapa alasan, tampaknya mendapat banyak kritikan dari banyak orang untuk sesuatu,” kata Rodgers. Rodgers membandingkan Sterling dengan top skorer serba bisa dari Arsenal, Alexis Sanchez. Dengan absennya Daniel Sturridge dan Mario Balotelli dari perempat final Piala Liga melawan Ceri, Sterling akan tetap bermain sebagai striker tunggal.

“Dalam peran yang dia mainkan sekarang, Anda akan berpikir tentang Alexis Sanchez ketika ia bermain untuk Arsenal,” Rodgers menjelaskan. “Dia mungkin bukan striker terbaik di dunia, tapi kecepatannya di depan barisan pertahanan lawan dan di belakang mereka menyebabkan masalah dan Anda telah melihat bahwa dengan dia di sini, dia bisa mendapatkan bola, berbalik dan melewati pemain bertahan lawan. “Saya pikir dia luar biasa.” Sterling, yang mencetak gol sebelum dan sesudah gol yang dicetak oleh Lazar Markovic, dilaporkan telah menolak tawaran untuk memperpanjang kontraknya di Anfield. Kontraknya saat ini akan berakhir pada tahun 2017.

Rodgers, yang yakin bahwa Sterling akan terus bermain di masa depannya bagi klub Licerpool, bersikeras bahwa striker berkebangsaan Inggris itu merasa puas di Merseyside. “Situasi kontraknya benar-benar tidak ada hubungannya dengan dia, dan perwakilannya sedang mengerjakan kontrak itu dengan klub,” tambahnya. Liverpool baru dua kali menang dalam 10 pertandingan sebelum pertandingan melawan Bournemouth, dan tergelincir ke peringkat 11 di Liga Premier dan tersingkir dari Liga Champions.

Tapi Rodgers percaya ada tanda-tanda di Stadion Goldsands akan kembalinya bentuk permainan yang membawa mereka meraih peringkat kedua di Liga Premier musim lalu. “Saya bisa melihat dengan jelas tanda-tanda bahwa kami akan kembali ke tempat kami yang seharusnya,” katanya. “Masih ada jalan panjang yang harus kami lalui, tetapi ini adalah pertandingan yang sulit, bertandang ke tim papan atas Championship.”

Steve Clarke – Reading Mengangkat Manajer Baru Untuk Menggantikan Nigel Adkins

Reading saat ini berada di peringkat ke 16 dalam klasmen
Steve Clarke diangkat sebagai manajer baru Reading menggantikan Nigel Adkins

Klub Championship, Reading telah menunjuk mantan pelatih kepala West Bromwich Albion, Steve Clarke sebagai manajer baru mereka dalam kontrak dua setengah tahun.

Clarke, 51, menggantikan Nigel Adkins, yang dipecat pada hari Senin menyusul kekalahan 6-1 pada hari Sabtu lalu terhadap Birmingham. Mantan asisten pelatih Chelsea itu belum kembali bekerja sejak meninggalkan West Brom hampir 12 bulan yang lalu. “Reading adalah sebuah klub dengan potensi yang baik – ambisi kami adalah untuk kembali ke Liga Premier,” kata Clarke kepada BBC Sport. “Saya tidak perlu untuk membuktikan apapun. Waktu saya di West Brom merupakan sebuah keberhasilan. Sejak saya meninggalkan klub, keadaannya belum membaik.”

Reading, yang kalah pada sembilan dari 15 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, saat ini berada di peringkat ke 16 dalam klasmen. The Royals memenangi empat dari tujuh pertandingan liga pertama mereka musim ini, tapi Adkins berada di bawah tekanan yang terus meningkat saat penampilan timnya terus menerus mengalami penurunan, yang berpuncak pada kekalahan besar di St Andrew pada hari Sabtu. Clarke mengambil alih The Hawthorns pada bulan Juni 2012, menggantikan Roy Hodgson di klub Black Country itu menyusul penunjukan pria berusia 67 tahun itu sebagai manajer Inggris. Ini merupakan peran manajerial pertama manajer asal Skotlandia tersebut, setelah sebelumnya merupakan asisten manajer di Chelsea, West Ham dan Liverpool.

Sebuah konsorsium Thailand mengambil alih Reading pada bulan September setelah mantan pemilik Anton Zingarevich meninggalkan klub pada Juni 2014. Clarke disambut ke Reading oleh mantan pemilik dan co-chairman Sir John Madejski, yang mengatakan bahwa ia adalah pilihan yang ideal untuk menggantikan Adkins. “Keputusan itu dibuat oleh semua pemegang saham dan dia memiliki semua persyaratan yang dibutuhkan,” Madejski mengatakan kepada BBC Radio Berkshire. “Saya mengucapkan semoga sukses di masa yang akan datang bagi Nigel Adkins.”

Ketua Bersama Klub, Lady Sasima Srivikorn menambahkan: “Kami telah menunjuk Steve karena sejarahnya yang telah terbukti sebagai manajer dan pelatih. Kami telah memilih seorang pemimpin yang dapat mengembangkan pemain kami dan membantu mereka menampilkan kemampuan terbaik mereka. Kami akan memantau bursa transfer berikutnya, tapi dalam batas-batas Financial Fair Play, agar Steve memiliki atribut yang tepat untuk membantu skuad kami dan dia adalah pilihan pertama kami. Kami berharap dapat naik ke Liga Premier dan Dewan Direksi berbagi pandangan yang sama bahwa kami telah menemukan orang yang tepat di dalam diri Steve. “