Arsenal 0-0 Chelsea

Arsene Wenger hingga sekarang sudah melalui 13 pertandingan tanpa bisa meraih kemenangan melawan musuh lamanya Mourinho
Kapten John Terry mengepalkan tinjunya ke udara sebelum menerima pujian dari para pendukung tim tamu

Chelsea kembali maju satu langkah untuk merebut gelar Liga Premier setelah hasil imbang tanpa gol di Arsenal memastikan mereka tetap unggul 10 poin di puncak klasemen. Tim asuhan Jose Mourhino akan memastikan diri merebut gelar juara jika mereka mengikuti kemenangan di Leicester City pada pertandingan Rabu mendatang dengan tiga poin saat melawan Crystal Palace di Stamford Bridge hari Minggu depan.

Penggemar Arsenal melampiaskan rasa frustrasi mereka dengan teriakan ” Chelsea membosankan membosankan” di peluit akhir setelah The Gunners gagal memanfaatkan sebagian besar peluang di babak kedua, namun ini adalah penampilan dari sebuah tim yang bertekad untuk meraih gelar juara. Kritik tersebut tak digubris oleh para pemain Chelsea yang merayakan mendapatkan hasil imbang yang penting – terutama kapten John Terry saat ia mengepalkan tinjunya ke udara sebelum menerima pujian dari para pendukung tim tamu.

Manajer Arsenal, Arsene Wenger juga merasakan frustasi sama seperti para fans timnya, karena hingga sekarang ia sudah melalui 13 pertandingan tanpa bisa meraih kemenangan melawan musuh lamanya Mourinho. The Gunners memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, tetapi tetap tidak bisa menemukan inspirasi untuk mengubah statistik suram tersebut. Chelsea menampilkan permainan bertahan yang kuat di lini belakang setelah istirahat paruh waktu yang membuat Per Mertesacker dan pemain pengganti Danny Welbeck gagal untuk memanfaatkan peluang langka yang didapat oleh Arsenal.

Namun pertandingan tidak berjalan berat sebelah dan Chelsea mengeluh tentang tiga klaim penalti di babak pertama yang diabaikan oleh wasit Michael Oliver, dua kali untuk insiden yang melibatkan Oscar dan yang lainnya untuk mantan bintang Arsenal yang baru kembali ke klub tersebut, Cesc Fabregas. Meskipun demikian, pada akhirnya Mourinho dan Chelsea akan menganggap ini sebagai satu angka yang berharga pada apa yang sekarang tampaknya hanya merupakan formalitas untuk kemenangan gelar juara liga pertama dari masa jabatannya yang kedua sebagai manajer di Chelsea.

Keputusan Mourinho untuk tidak memasang striker murni setelah cederanya Diego Costa dan Loic Remy tidak mencegah Chelsea menempatkan pemain ke daerah pertahanan Arsenal – dan klaim penalti yang tidak terjawab membuatnya merasa kesal. Wasit Oliver tidak memberikan hukuman penalti kepada Héctor Bellerín setelah menjatuhkan Oscar ketika keduanya berebut bola dan pemain yang sama kembali terlibat dalam kontroversi ketika kiper Arsenal, David Ospina berusaha mengamankan bola dan keduanya berebut bola hasil operan Fabregas tersebut.

Oscar tergeletak di lapangan dan membutuhkan perawatan yang cukup panjang di tengah keributan dari kubu Chelsea, yang sekali lagi merasakan ketidakadilan. Klaim ketiga datang ketika Fabregas menjatuhkan diri dengan histeris di atas lapangan setelah berebut bola dengan Santi Cazorla. Namun aksinya tersebut hanya mendapatkan kartu kuning untuk aksi diving, yang tentu saja membuat fans Arsenal merasa senang.

Di tengah kekacauan ini, banyak peluang terbuka bagi Chelsea untuk mencetak gol, tetapi Ospina menyelamatkan Arsenal dengan mengagalkan tendangan Ramires dengan sebuah penyelamatan rendah setelah ia mendapat operan dari Willian. Kiper Chelsea, Thibaut Courtois tetap tidak merasa terganggu terlepas dari satu penyelamatan rutin yang dibuatnya dari aksi Mesut Ozil.

Mourinho membuat perubahan di babak kedua, memasukkan Didier Drogba untuk menggantikan Oscar, yang mungkin telah merasakan dampak setelah bertabrakan dengan Ospina. Arsenal memiliki peluang langka ketika Courtois tidak bisa menyapu bola tendangan bebas secara sempurna, tapi bola lepas itu tidak jatuh ke orang yang ideal, bek raksasa Mertesacker melepaskan tendangan yang jauh melebar. Welbeck sempat mendapatkan peluang emas di depan gawang pada menit-menit akhir saat Arsenal tampil menekan pada hampir sepanjang babak kedua – namun Chelsea tetap bertahan dan pendukung mereka merayakan satu angka yang didapat oleh tim tersebut.

Brendan Rodgers – Tidak Ada Yang Lebih Baik Dari Dirinya Untuk Memimpin Klub

Manajer Borussia Dortmund yang akan segera mengundurkan diri, Jurgen Klopp sempat diberitakan akan mengambil alih pekerjaan Rodgers
Manajer Liverpool asal Irlandia Utara, Brendan Rodgers mengatakan ia tidak terpengaruh oleh spekulasi yang ada

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers mengatakan ada “tidak ada yang lebih baik” dari dirinya untuk memimpin klub dan “sangat” mengharapkan untuk kembali memimpin di Anfield musim depan. The Reds saat ini berada di peringkat kelima di Liga Premier dan kalah dari Aston Villa di semi-final Piala FA akhir pekan lalu. Rodgers, 42, merupakan manajer Liverpool pertama yang tidak memenangkan trofi dalam tiga musim pertama sejak tahun 1950-an.

“Apakah saya berharap untuk kembali menjadi manajer musim depan? Ya, saya sangat berharap. Saya pikir tidak ada orang yang lebih baik,” kata Rodgers. “Itulah realitas yang saya lihat. Tiga bulan yang lalu saya adalah seorang yang jenius dalam hal taktis, menampilkan performa di tingkat yang baik. “Kami kehilangan beberapa pertandingan, beberapa pertandingan penting, dan sekarang Anda tidak tampak begitu baik. Tapi itu sepak bola, itulah yang akan terjadi, orang akan berspekulasi.”

Rodgers menjadi penerus dari legenda klub, Kenny Dalglish sebagai manajer Liverpool pada musim panas 2012 dan membawa klubnya itu untuk meraih tempat kedua di Liga Premier di musim keduanya sebagai manajer. Manajer Borussia Dortmund yang akan segera mengundurkan diri, Jurgen Klopp sempat diberitakan akan mengambil alih pekerjaan Rodgers, tetapi pria asal Irlandia Utara itu mengatakan ia tidak terpengaruh oleh spekulasi yang ada. “Akan selalu ada orang-orang yang dikabarkan akan mengambil alih pekerjaan ini karena klub ini adalah klub yang sangat besar,” tambah Rodgers.

“Selama saya manjabat sebagai manajer, sudah ada banyak nama yang disebutkan akan menggantikan saya. “Ini adalah klub yang mendunia sehingga sama sekali tidak menjadi masalah, itu adalah sesuatu yang terjadi sepanjang waktu ketika Anda mengalami kekalahan dalam beberapa pertandingan. “Sudah banyak mantan manajer yang diberitakan akan mengambil alih posisi manajer di sini dengan pekerjaan sebelumnya dan itu akan terus terjadi selama saya berada di sini – terlepas dari apakah Anda melakukan tugas Anda dengan baik, buruk ataupun biasa-biasa saja.”

FIFA Dan UEFA Memperingatkan Federasi Sepakbola Yunani Akan Ancaman Embargo

Wakil Menteri Olahraga Yunani, Stavros Kontonis - Pengawasan yang dilakukan terhadap sepak bola Yunani oleh FIFA dan UEFA telah gagal
Pemerintah Yunani ingin mengesahkan undang-undang tentang kekerasan menyusul serangkaian insiden yang terjadi pada pertandingan sepak bola

UEFA dan FIFA telah memperingatkan Federasi Sepakbola Yunani bahwa mereka terancam akan terkena suspensi dari pertandingan internasional karena adanya campur tangan pemerintah.

Pemerintah Yunani ingin mengesahkan undang-undang tentang kekerasan menyusul serangkaian insiden yang terjadi pada pertandingan sepak bola. Liga Super Yunani telah ditangguhkan tiga kali musim ini karena terjadinya aksi kekerasan yang serius. Undang-undang baru akan melanggar peraturan FIFA dan UEFA mengenai pengaruh pihak ketiga pada federasi sepak bola nasional. Pada hari Rabu, badan yang mengatur sepak bola Eropa dan dunia tersebut mengirim surat kepada pemerintah Yunani yang isinya menegaskan sikap mereka.

Sekjen UEFA, Gianni Infantino berharap ancaman tersebut “akan membuat pemerintah Yunani mempertimbangkan kembali tindakan mereka, sehingga kita masih dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang mempengaruhi sepak bola Yunani”. Namun Wakil Menteri Olahraga Yunani, Stavros Kontonis mengabaikan ultimatum itu dalam sebuah wawancara televisi pada hari Rabu malam. “Kami tidak akan mengubah filosofi RUU Olahraga. Pengawasan yang dilakukan terhadap sepak bola Yunani oleh FIFA dan UEFA telah gagal,” kata Kontonis. Kontonis menekankan bahwa ia akan bertemu dengan para pejabat FIFA dan UEFA pada akhir bulan ini untuk mencari solusi, tetapi menegaskan bahwa ia “tidak menerima ultimatum apapun”.

Di bawah rencana undang-undang tersebut, pemerintah Yunani akan memiliki hak untuk mengenakan denda mulai dari 7.000 Pounds (10.000 Euro) hingga 17 juta Pounds (25 juta Euro) untuk setiap insiden kekerasan yang terjadi, untuk memerintahkan penundaan atau pembatalan acara olahraga dan bahkan melarang sebuah tim untuk bermain di kompetisi Eropa. FIFA dan UEFA memperingatkan bahwa “jika undang-undang tersebut disahkan seperti yang diusulkan sebelumnya, kami tidak akan memiliki pilihan lain kecuali untuk menyampaikan kasus ini ke badan FIFA dan UEFA yang berwenang untuk segera memberikan sanksi, termasuk suspensi atas federasi sepakbola Yunani”.

Suspensi tersebut akan membuat tim nasional dan klub asal Yunani tidak dapat mengambil bagian dalam kompetisi FIFA dan UEFA. Federasi Sepak Bola Yunani juga sempat mendapat suspensi dengan alasan yang sama di tahun 2006, saat tim nasional mereka menjadi juara bertahan Eropa.

Memiliki ribuan member yang percaya kepada bolasonic.com untuk pembuatan akun sbobet dengan bank Lokal