Liga Europa – Balon Berbentuk Pisang Dilemparkan Ke Dalam Lapangan Pertandingan Feyenoord vs Roma

Walikota Ahmed Aboutaleb mengeluarkan perintah darurat yang bisa digunakan oleh polisi jika hooligan memulai kerusuhan
Insiden pelemapran ke dalam lapangan membuat pertandingan Liga Europa antara Feyenoord melawan tim tamu Roma ditunda selama lebih dari 10 menit

Pertandingan Liga Europa antara Feyenoord melawan tim tamu Roma ditunda selama lebih dari 10 menit setelah balon tiup berbentuk pisang dilemparkan ke dalam lapangan.

Beberapa benda yang dilemparkan itu mendarat di dekat striker Roma asal Pantai Gading, Gervinho, yang kemudian mencetak gol kemenangan dalam kemenangan 2-1 saat klub Italia tersebut maju ke babak 16 besar dengan agregat 3-2. “Keputusan untuk menunda pertandingan itu sudah tepat,” kata pelatih Roma, Rudi Garcia. “Kita bisa membuka toko dengan semua benda yang dilemparkan dari tribun.” Gervinho kemudian men-tweet: “Yang paling penting adalah bahwa @OfficialASRoma berhasil lolos, sisanya … #Forzaroma #FeyenoordROMA”

Kedua tim meninggalkan lapangan di menit ke-55, setelah pemain Feyenoord, Mitchell te Vrede langsung mendapat kartu merah setelah beradu fisik dengan Kostas Manolas. Polisi telah menahan 17 orang penduduk Rotterdam dan satu warga Italia sebelum pertandingan. Walikota Ahmed Aboutaleb mengeluarkan perintah darurat yang bisa digunakan oleh polisi jika hooligan memulai kerusuhan, polisi diberikan kewenangan untuk menahan para penggemar dan mengusir mereka keluar dari kota.

Penggemar Feyenoord membuat kerusuhan di Roma sebelum pertandingan leg pertama babak 32 besar pekan lalu, mengalami bentrokan dengan polisi dan merusak beberapa bangunan. Pada bulan Agustus 2014, UEFA memerintahkan Feyenoord untuk menutup sebagian dari stadion mereka untuk pertandingan tingkat Eropa dan membayar denda sebesar 45.000 Euro setelah laga Liga Champions melawan Besiktas dirusak oleh nyanyian rasis dan pelemparan rudal.

Tyler Blackett – Bek Manchester United Menandatangani Kontrak Baru

Kontrak baru Pemain tengah yang juga wakil kapten West Ham, Mark Noble akan membuatnya menetap di klub tersebut hingga ia berusia 33 tahun
Blackett telah membuat 10 penampilan untuk Manchester United sejak melakukan debutnya pada pertandingan melawan Swansea

Pemain bertahan Manchester United, Tyler Blackett telah menandatangani kontrak baru hingga bulan Juni 2017, dengan opsi untuk memperpanjang kontraknya itu hingga satu tahun lebih lanjut. Blackett telah membuat 10 penampilan untuk Manchester United sejak melakukan debutnya pada pertandingan melawan Swansea di awal musim Liga Premier.

“Saya senang. Saya telah mendukung Manchester United sepanjang hidup saya. Untuk dapat membuat penampilan debut saya di musim ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata lulusan akademi Manchester United berusia 20 tahun tersebut. Louis van Gaal mengatakan Blackett memiliki potensi untuk menjadi “pemain bertahan yang besar”

Mark Noble Menandatangani Perpanjangan Kontrak Dengan West Ham Hingga 2020

Pemain tengah West Ham, Mark Noble telah menandatangani perpanjangan kontrak hingga tahun 2020, dengan opsi untuk memperpanjang kontraknya itu hingga satu tahun lebih lanjut. Mantan pemain tim nasional U-21 Inggris yang sekarang berusia 27 tahun itu telah dua kali dinobatkan sebagai pemain terbaik tahun ini oleh klubnya.

Noble bergabung dengan West Ham saat berusia ia baru berusia 13 tahun pada tahun 2000 dan membuat debut pertama bagi timnya empat tahun kemudian. Dia telah tampil dalam lebih dari 300 pertandingan untuk klubnya. “Saya merasa senang sekali karena kontrak ini akan membuat saya menetap di klub ini hingga saya berusia 33 tahun,” ujar sang wakil kapten di situs resmi klub. “Saya senang bermain sepak bola dan saya suka bermain untuk klub ini, sehingga dihargai dengan kontrak baru selama lima setengah tahun sangatlah luar biasa,” tambahnya.

Direktur Swansea Dituduh Menghina Manajer Manchester United Louis Van Gaal

Van Gaal dan Van Zweden keduanya berasal dari Belanda
Direktur Swansea, John van Zweden dilaporkan menyebut Van Gaal “sombong” kepada kru TV Belanda setelah kemenangan kandang 2-1 klubnya Sabtu lalu atas Manchester United

Swansea City sedang menyelidiki tuduhan bahwa salah seorang direktur mereka membuat komentar yang meremehkan manajer Manchester United, Louis van Gaal.

John van Zweden dilaporkan menyebut Van Gaal “sombong” kepada kru TV Belanda setelah kemenangan kandang 2-1 klubnya Sabtu lalu atas Manchester United. “Sungguh mengecewakan bahwa salah satu direktur kami tampaknya telah membuat pernyataan yang berkaitan dengan manajer klub lain kepada media,” kata Direktur Utama Swansea, Huw Jenkins. Van Zweden bergabung dengan dewan direksi Swansea pada tahun 2002.

Jenkins menambahkan: “Klub sepak bola kami membanggakan diri memiliki hubungan kerja yang baik dengan semua klub, manajer dan staf di Liga Premier. “Kami merasa kami telah membangun hubungan yang baik selama beberapa tahun terakhir ini dan akan terus bekerja keras untuk mempertahankan citra kami dalam Liga Premier dan dalam olahraga sepak bola secara umum dengan cara apapun. “Jika salah satu direktur kami berperilaku tidak pantas dan tidak profesional yang tidak sesuai dengan kebijakan klub sepak bola ini, maka mereka akan ditangani secara internal dan tepat. ”

Van Gaal dan Van Zweden keduanya berasal dari Belanda, manajer Manchester United itu berasal dari Amsterdam sedangkan direktur Swansea berasal dari Den Haag. Van Zweden mengejek pemain Manchester United asal Belanda, Daley Blind dan Robin van Persie setelah pertandingan, melalui Tweeter: “Bagus sekali. Pertama-tama keunggulan dua gol atas #louisvangaal #vanpersie dan @BlindDaley dan juga satu lagi kemenangan @ADODenHaag. Sungguh hari yang indah.”