Euro 2016 : Benarkah Bentuk dari Ketidakadilan Sepakbola?

Euro 2016, Benarkah Bentuk dari Ketidakadilan Sepakbola
Euro 2016, Benarkah Bentuk dari Ketidakadilan Sepakbola

Euro 2016 yang di gelar di Perancis baru saja berakhir dengan menghasilkan juara baru Portugal yang berhasil mengalahkan tuan rumah Perancis. Namun tidak berbeda dengan kompetisi lainnya, Euro 2016 ini pun menimbulkan cerita yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah sorotan bahwa Euro 2016 kali ini bukan milik tim terbaik .Banyak yang bilang bahwa Euro kali ini membuahkan banyak kejutan, dari mulai Portugal yang berhasil menjadi juara Euro pertama sepanjang sejarah hingga bersinarnya tim-tim non unggulan.

Kejutan pertama terlihat dari timnas Portugal, di babak penyisihan grup tim ini hanya mampu bermain 3x imbang melawan Hongaria Islandia dan Austria. Sehingga Portugal hanya berada di posisi ketiga klasemen dan tertolong status sebagai salah satu dari tim ketiga terbaik sehingga bisa lolos ke babak selanjutnya. Di babak 8 besar Portugal menghadapi Kroasia yang merupakan juara grup D. Melawan Kroasia Portugal berhasil menang di babak perpanjangan waktu.

Lolos ke perempat final, Portugal berhadapan dengan Polandia yang lagi-lagi bermain seri dan menang melalui adu penalti. Di semifinal Portugal menghadapi Wales dan untuk pertama kalinya selama Euro 2016 Portugal bisa menang di waktu normal.

Di babak final Portugal kembali seri di waktu normal dan menang melalui perpanjangan waktu. Jadi total semua pertandingan Portugal hanya satu yang di menangkan di waktu normal tanpa seri yaitu saat babak semifinal sisanya 6 pertandingan Portugal seri di waktu normal. Hal inilah yang membuat Portugal di cap sebagai juara kejutan.

Kejutan kedua adalah tidak seimbangnya spot menuju final, bagaimana Portugal bisa melenggang ke final melalui tim-tim yang lemah dan tidak di unggulkan seperti Kroasia, Polandia dan Wales. Sebaliknya di spot satunya lagi tim-tim besar berkumpul seperti Italia, Spanyol, Jerman, Inggris, Perancis. Italia bahkan harus adu kuat dengan juara bertahan Spanyol di babak 8 besar. Lolos dari Spanyol Italia menghadapi final dini melawan Jerman yang di sudahi dengan pertandingan ketat adu penalti yang dimenangkan Jerman.

Di semifinal perang bintang tidak terelakkan karena Perancis harus bertemu juara dunia Jerman. Hal inilah yang membuat beberapa pihak menilai bahwa pembagian spot sungguh timpang dan tidak adil, tim-tim besar sudah harus saling bunuh dari babak 8 besar sementara di spot satunya Portugal tidak mendapatkan lawan tim besar hingga bisa melenggang ke final.